Kehilangan yang begitu dalam menyelimuti dunia ice hockey, baik di Indonesia maupun di panggung internasional. Hari ini, kita menundukkan kepala dengan hati yang berat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Catherine Goutama, Chief of Referee kita—seorang pelita yang tak pernah lelah menerangi dan menuntun arah olahraga yang kita cintai ini.
Seperti keteguhan hening yang terpancar dari sosoknya, ia berdiri tegar di atas hamparan es yang dingin—diam, namun memancarkan kekuatan yang menggetarkan seluruh arena. Catherine bukanlah sekadar pengurus atau pengadil di lapangan; ia adalah jantung dari lahir dan berkembangnya sistem game officials. Dengan visi dan ketegasannya, ia secara khusus membangun fondasi serta infrastruktur yang kokoh untuk pertumbuhan para wasit kita.
Ketika tubuhnya perlahan melemah dan memintanya untuk menepi, jiwanya dengan gagah berani menolak untuk menyerah. Di balik pelindung kepala dan sorot matanya yang tajam menatap ke depan, tersimpan lautan pengabdian yang tak bertepi. Rasa sakit itu ia lebur bersama dinginnya gelanggang, mengubah setiap helaan napasnya menjadi ketekunan untuk terus mendorong perbaikan berkelanjutan. Baginya, ini bukan sekadar tugas, melainkan jalan pengabdian hidup. Cintanya pada ice hockey jauh melampaui segala kesulitan yang ia pikul dalam diam.
Cahayanya tidak hanya menerangi tanah air, tetapi juga menyentuh panggung dunia. International Ice Hockey Federation (IIHF) turut berduka sedalam-dalamnya, meratapi hilangnya salah satu permata terbaik dan aset paling berharga dalam pengembangan game officials di Asia. Dari satu benua ke benua lain, hingga ke panggung megah World Championship, Catherine melangkah memimpin pertandingan dengan standar dan profesionalisme tertinggi. Di mata dunia, ia adalah srikandi kebanggaan kita, pionir yang integritasnya dihormati secara global.
Kini, peluit panjang itu telah ditiupkan untuknya. Arena mungkin terasa begitu sepi kehilangan sosok penuntunnya, namun jejak langkah dan ketegasannya telah membeku menjadi warisan yang abadi. Api semangat dan dedikasinya akan terus menyala, menghangatkan setiap sudut arena yang pernah ia pijak.
Selamanya di Atas Es, Selamanya di Hati Kami, Catherine Goutama.
